![]() |
| Foto: Istimewa |
Boyka adalah definisi nyata dari atlet "Sapu Jagat". Di dalam dirinya mengalir darah petarung yang mampu beradaptasi dengan cepat, mulai dari kerasnya pukulan Tinju, tajamnya serangan lutut Muaythai, hingga kompleksitas pertarungan lantai di MMA (Mixed Martial Arts).
Evolusi Sang Petarung
Perjalanan Boyka bermula pada tahun 2017. Kala itu, ia menapaki karir sebagai atlet Tinju di bawah naungan Pelatda KONI Banten. Pukulannya yang keras dan "footwork" yang lincah membawanya menjuarai Porda Banten dan Porda Siliwangi. Namun, takdir memiliki rencana lain yang lebih besar.
Tahun 2019, bakat alamiahnya tercium oleh radar organisasi olahraga yang lebih luas. Ia diminta bertransformasi. Dari sekadar mengandalkan kepalan tangan, Boyka belajar memaksimalkan seluruh anggota tubuhnya di cabor Muaythai. Bukan karena ia tidak konsisten, melainkan karena permintaan organisasi yang melihat potensi besar seorang atlet "multi-talenta" dalam dirinya.
Keputusan itu membawanya menjadi utusan KONI Sumatera Barat pada PON 2019. Di sinilah mental bajanya diuji. Boyka berhasil menembus final dan meraih medali perak. Sebuah pencapaian prestisius, meski menyisakan luka batin akibat keputusan wasit yang dinilai tidak adil dan mencurangi kemenangannya.
"Itu momen yang berat, tapi justru menempa mental saya untuk tidak mudah menyerah pada keadaan," kenang masa-masa sulit tersebut.
Dari Bekasi untuk Jawa Barat
Tidak larut dalam kekecewaan, Boyka kembali bangkit. Tahun 2020, ia ditarik oleh KONI Kota Bekasi untuk memperkuat lini Boxing mereka. Di kota patriot inilah kemampuan bertarungnya semakin matang.
Puncak pembuktiannya terjadi pada perhelatan akbar PON XXI Aceh-Sumut 2024. Kali ini, Boyka berdiri di bawah panji KONI Jawa Barat, bertarung di cabor IBCA MMA, sebuah evolusi karir dari tinju dan muaythai.
Meski medan laga semakin brutal, Boyka sukses menyumbangkan medali perunggu. Lebih dari sekadar medali, poin yang ia raih menjadi salah satu kepingan "puzzle" penting yang mengantarkan Provinsi Jawa Barat keluar sebagai Juara Umum PON 2024.
Tak Terhentikan di Segala Arena
Rekam jejak Boyka di atas arena adalah deretan tinta emas. Ia bukan hanya jago kandang. Di ajang profesional dan kejuaraan nasional, namanya disegani. Ia adalah Juara 1 Kejurnas MMA Piala KASAU 2023, pemenang KX-1 Championship 2023, hingga menaklukkan lawan di ajang bergengsi "Byon Tryout 2025" dan "Baku Hantam 2024".
Kini, di tahun 2025, Boyka kembali melakukan manuver dengan terjun ke cabang Kickboxing. Perpindahan ini menegaskan bahwa baginya, bela diri adalah seni tanpa batas.
Dari Biak hingga ke panggung nasional, Boyka Kafiar telah membuktikan bahwa seorang petarung sejati tidak ditentukan oleh satu jenis arena saja. Ia adalah petarung segala cuaca, yang siap mengharumkan nama daerah dan bangsa, di matra beladiri mana pun ia ditempatkan.[Red]


