![]() |
| Istimewa |
Koordinator PATAS MA, Yusdeny, mengatakan bahwa kegiatan
ini berawal dari keresahan masyarakat terhadap kondisi jalan yang rusak parah.
Perdebatan di media sosial serta banyaknya laporan kecelakaan, bahkan hingga
menyebabkan korban jiwa, menjadi pemicu utama gerakan ini.
“Awalnya kami tidak punya rencana mengaspal jalan. Tapi
karena banyaknya korban akibat jalan rusak, kami tergerak untuk turun langsung
bersama relawan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan, Kamis (19/03).
Menurutnya, tujuan utama aksi ini adalah untuk mencegah
terjadinya kecelakaan. Namun, di sisi lain, PATAS MA juga ingin menumbuhkan
semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Target utama kami sederhana, supaya tidak ada korban lagi.
Tapi lebih besar dari itu, kami ingin mengkampanyekan gerakan warga bantu
warga,” tambahnya.
Selama Ramadan, kegiatan penambalan jalan dilakukan setiap
malam setelah salat tarawih hingga menjelang sahur. Hingga saat ini, PATAS MA
telah melakukan aksi ke-7 dengan sejumlah titik perbaikan yang tersebar di
beberapa jalur strategis.
Beberapa lokasi yang telah diperbaiki di antaranya Jalan Hos
Cokroaminoto Kademangan, Jalan MT Haryono Badean hingga Kota Kulon, Jalan Ki
Ronggo di Tegal Ampel, wilayah Koncer hingga Grujugan, serta kawasan Tamanan
dan Nangkaan. Titik-titik tersebut diprioritaskan karena menjadi jalur
alternatif kendaraan dari arah Jember menuju Bondowoso.
Yusdeny menjelaskan, keputusan untuk turun langsung
dilakukan karena tingginya urgensi di lapangan serta keterbatasan anggaran
daerah.
“Banyak korban berjatuhan, itu yang utama. Selain itu,
kondisi fiskal daerah juga terbatas. Daripada menunggu dan berdebat soal
tanggung jawab, kami memilih bergerak sesuai kemampuan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini sepenuhnya digerakkan
oleh swadaya relawan. Dana awal diperoleh dari iuran anggota, kemudian
diperkuat melalui donasi masyarakat yang dihimpun lewat siaran langsung di
media sosial.
“Kami iuran sendiri untuk mulai. Lalu kami live di TikTok
untuk kampanye sekaligus mengajak partisipasi warga. Alhamdulillah banyak yang
ikut membantu,” katanya.
Terkait target waktu, ia menyebut kegiatan ini akan terus
berjalan selama masih ada dana dan relawan yang siap bekerja.
“Selama masih ada dukungan dan relawan, kegiatan ini akan
terus berlanjut,” ujarnya.
Aksi sosial ini pun mendapat beragam respons dari
masyarakat. Mayoritas pengguna jalan mendukung penuh kegiatan tersebut karena
dinilai sangat membantu. Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik dan
mengaitkan aksi ini dengan kepentingan politik.
“Sebagian besar mendukung, tapi ada juga yang menganggap ini
bermuatan politik atau mencederai kewibawaan pemerintah. Itu hal yang wajar,”
pungkasnya.
Meski demikian, PATAS MA tetap berkomitmen melanjutkan aksi
sosialnya sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan di
Bondowoso. [Rls]


